Sunday, 23 October 2011

Doaku Selalu Untukmu

Hari ini balik lagi ke Salatiga. Nyampe di Sukun buat nyari bus ke Salatiga jam setengah enam'an lah. Gitu dateng langsung ditarik sama bapak-bapak disuru masuk bus. Sebenernya kalut juga, takut kalo entar salah masuk bus gitu -_-" untunglah ternyata bener bus nya :)

By the way. Hari ini dapet pengalaman bagus. Tadi maen kerumah si Om buat kirim air dari klenteng. Dia dah sakit berbulan-bulan lalu, sempat koma-sadar terus waktu dirawat di Jakarta. Sekarang udah balik ke Semarang dan syukurlah dah makin baik sedikit demi sedikit setiap harinya. Cuman, sekarang perutnya membesar lagi :'( Get well soon Om..

Waktu dateng itu, si Om lagi bobo. Kasiaaan deh liatnya. Pasti saat-saat dia ga merasakan sakit di dalam hidupnya cuman saat dia tidur itu. Waktu aku sama mama dateng, istrinya bangunin dia tapi dia nya ga bangun. Yaudah, gapapa.. Biar bobo aja Om-nya.

Lalu, ngobrol-ngobrol lah kita di ruang tamu (aku, mama, tante). Si Tante cerita gimana keadaan Om sekarang. Dah lebih baik katanya daripada pas dia dirawat di rumah sakit, cuman kadang masih blank aja. Misal mau telepon anaknya, dia tau kalo mau telpon anaknya, tapi mencetnya nomer orang lain.
Trus, tiba-tiba Tante nangis. Dia cerita, kan sebenernya Om ada penyakit kanker sudah stadium tiga dan dia juga sudah tau kalo suatu waktu Om akan pergi. Tante tanya sama dokter yang rawat Om memang waktunya sampe kapan? Aku udah takut kalo misal ternyata dokter bilang tinggal sebentar lagi, tapi ternyata kata Tante dokternya pun ga bisa pastiin dan ga tau sampai kapan. Kenapa? Karena penderita kanker biasanya ga ada yang bisa bertahan sampai 2 tahun, tapi Om masih bertahan sampai 3 tahun ini. Ini merupakan suatu mujizat, dan kita berharap supaya akan tetap terus ada mujizat buat Om supaya bisa bertahan.

Tante nangis bilang ke aku supaya doain Om terus. Aku jawab iya, aku doain terus setiap hari. Liat Tante yang nangis aku jadi sadar akan suatu hal. Mungkin aku memang stres ga bisa masuk kedokteran tahun ini, tapi ternyata ada yang lebih stres dari aku, Tante. Dia tiap hari rawat Om, semua dia pikirkan sendiri, mungkin juga harus mati-matian nahan supaya ga nangis tiap lagi sama Om, ketakutan kehilangan Om suatu-waktu. Waktu liat semua itu aku jadi menegerti, apa yang aku rasain sekarang ga ada apa-apanya dibanding persaaan Tante sekarang setiap hari. Get well soon Om. Aku akan selalu mendoakanmu supaya cepet sembuh, berumur panjang, serta dilimpahi banyak mujizat oleh Tuhan :")

Liat hal itu juga aku jadi semakin pengen jadi dokter yang hebat. Kalau nanti ada orang-orang yang dekat dan yang baik seperti Om aku bisa tolong dia di Semarang. Ga perlu harus lama tunggu bisa temu dengan dokter yang rawat dia di luar kota karena ada aku yang juga hebat ada di dekatnya. Cepet sembuh Om, doaku slalu buatmu... :')

Friday, 21 October 2011

Semoga Akhirnya Bahagia

Hmmm.. Masih seperti kemarin. Rasa iri muncul lagi kalo liat foto temen2 yang pada bahagia di FK. (sorry, banyak ngeluh yah aku :'( )

Katanya sih, "mbak-mbak" penunggu kos ku ini suka gangguin aku loh. Bukan dalam arti nampakin diri or kasi denger suara-suara aneh gitu sih. Tapi katanya kalo pikiranku lagi kacau gara-gara pikir soal FK itu dia gangguin biar aku tambah kacau gitu pikirannya, nangis meratapi diri kenapa aku ga bisa masuk FK tahun ini, katanya sih "dia" bikin biar aku ga kerasan gitu kuliah disini.

Ceile mbak -_- ga usah kamu gangguin biar ga kerasan kuliah disini juga aku emang masih berasa ga kerasan disini. Pengen cepet keluar dari sini, pengen cepet-cepet masuk FK aja -_- cucian deh "mbaknya".

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -  -- - - - - - - -

Kemaren dapet artikel bagus nih. Ceritanya tentang mengejar cita-cita gitu. http://filsafat.kompasiana.com/2011/09/19/apakah-cita-cita-dalam-hidup-anda-sudah-tercapai/

ada beberapa kesimpulannya yang buat aku berpikir. Ini dia: 

Kesempatan datang tidak tepat waktu. Ada sebuah tawaran pekerjaan/sekolah disaat dimana kita tidak siap menerimanya. Misal kendala waktu yang terbatas, sedang hamil atau tidak bisa meninggalkan hal lebih penting untuk dikorbankan dalam meraih cita-cita itu sendiri
Yup, kesempatan kadang emang datang ga pada waktu yang tepat. Aku kepengen jadi dokter tapi duit papa belom turun. Jadilah gagal, ga bisa daftar swasta taun ini. Sedih iyalah, kecewa pasti, putus asa ga usah ditanya lagi. Kenapa untuk sesuatu aja susah banget. Rasanya itu, seperti dianak tirikan sama Tuhan. Kenapa temen-temen deketku pada bisa masuk ke fakultas-fakultas impiannya tapi aku enggak sendiri? Hey, aku juga manusia, wajar dong kalo aku ada merasa iri sama mereka. Beruntungnya mereka! Aku cuman bisa inget-inget terus salah satu ajaran welas asih Dewi Kwan Im :  Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan, itulah bahagia. Ya, semoga memang Tuhan punya rencana yang indah buat aku dengan memasukkan aku disini.

Faktor U atau umur. Kejarlah semua peluang dan kesempatan ketika kalian masih muda. Beberapa lowongan di media cetak selalu memberikan syarat umur maks. Maka ketika masih kinyis-kinyis, ambilah kesempatan itu. Baik untuk bekerja maupun sekolah. Karena makin berumur maka kerja otak untuk merekam semua memori menjadi lamban dan terbatas.
Yah, memang itulah yang juga selalu ada dalam pikiranku sampe malem ini. Umur. Kalo aku selesain di fakultas ini 4 tahun, dan setelah itu baru aku daftar kedokteran, berarti aku daftar dokter itu umur 23! Hey, kalo umur segitu baru daftar dokter, kapan aku kerjanya? Kapan aku mulai ngumpulin uang buat masa depan. Umur 28 lulus masa duit yang dipegang masih kek sebanyak yang dipegang sama anak SMA, secara belom kerja tapi kuliah lagi. Selain itu, aku takut kalo saat udah 23 nanti, aku dah males mau kuliah lagi. Aku takut aku udah lupa, susah, dan malas mengingat lagi pelajaran-pelajaran IPA. Semakin bertambah umur seseorang, semakin mudah dia memahami sesuatu (katanya), tapi seperti kata-kata diatas. Apa ga juga tambah tua kerja otak untuk merekam memori menjadi lamban dan terbatas?
Inilah yang selalu ada didalam hatiku, sampe saat ini masih belom bisa aku temuin jawabannya.

Berani ambil resiko. Nah ini yang terkadang paling sulit dilakukan. Ketika kesempatan datang dan kita harus berani mengorbankan sesuatu yang penting. Misal meninggalkan keluarga sementara waktu dan tinggal di tempat yang berjauhan dengan keluarga. Salut kepada teman-teman yang berani mengambil jalan ini, bahkan banyak teman yang menitipkan anak-anaknya ke keluarga atau orang tua, sementara mereka tinggal di tempat yang berbeda pula. Dan ternyata saya bukanlah orang yang berani mengambil resiko ini karena menganggap keluarga yang utama.
Memang. Setelah ada uang nya, apakah aku berani mengambil resiko meninggalkan fakultas yang aku pelajari saat ini? Apa ga sayang kalo misalnya udah 2 tahun. Ibaratnya udah sampe tengah-tengah gitu. Karena sekali kita salah langkah, semua jalan yang ada di depan kita akan berantakan. Aku takut nanti ada apa-apa saat kuliah dokter. Biarpun mama ku bilang ga usah dipikirin dulu selama masih belom ada uangnya tapi tetep aja pikiran ini selalu muncul dihadapanku. Jadi harus bagaimana?


Kadang aku berpikir, kenapa aku yang masih umur 18 ini sudah harus dihadapkan kepada pilihan-pilihan yang serba sulit ini. Sebenarnya mungkin orang lain memandang bahwa persoalanku ini hanya sepele jika dibanding dengan perkara-perkara yang lebih besar lainnya. Tapi buat anak umur 18, ini masalah yang complicated banget loh. Rasanya ujian hidup tiba-tiba datang bertubi-tubi. Aku harap aku bisa segera melihat ujung akhir dari semua masalah ini.
Semoga apa yang nanti kutemukan adalah akhir yang bahagia.

Saturday, 15 October 2011

Hari Dewi Welas Asih Mencapai Parinibbana.

Hari ini menurut penanggalan Imlek adalah bulan 9 hari ke-19 dimana merupakan hari Dewi Welas Asih, Guan Shi Yin Phu Sa (Avalokitesvara Boddhisatva) mencapai Parinibbana.

Sebagai seorang yang basic-nya adalah Buddhis, aku akan berbagi sedikit mengenai Dewi Kwan Im ini...

Selamat membaca!

Di berbagai tulisan legenda agama Buddha, Bodhisattva di gambarkan sebagai makhluk mulia berkemampuan magis serta welas asih yang membantu dunia .
Dewi Kwan Im atau Guan Yin adalah salah satu Bodhisattva yang terkenal dalam mitologi agama Buddha.
Guan Shi Yin Pu Sa namanya memiliki arti " Ia yang mendengarkan tangisan dunia ."

Di Cina dan Jepang, welas asih dan kekuatannya diharapkan di dalam kesulitan .
Bodhisattva lainnya, Manjushri, digambarkan memegang " Pedang kebijaksanaan "
yang dapat memotong segala keraguan .

Dalam agama Buddha terdapat sebuah pemikiran tentang makhluk yang tercerahkan ,
atau Bodhisattva. Istilah tersebut berasal dari dua kata Sanskerta (Sanskrit):
Bodhi artinya tercerahkan dan sattva berarti makhluk.
Bodhisattva adalah makhluk yang menjadi tercerahkan demi kepentingan semua makhluk hidup.
Mereka ada untuk mengakhiri penderitaan bagi semuanya.

Sumpah Bodhisattva yang diucapkan para pengikut tradisi Zen berbunyi sebagai berikut:
Makhluk tak terhitung, Aku bersumpah menyelamatkannya.
Ilusi tak ada habisnya, aku bersumpah mengakhirinya.
Gerbang Dharma tak ada batasnya, Aku bersumpah memasukinya.
Jalan Buddha tak ada tandingannya, Aku bersumpah menjadi dirinya.

Dewi Kwan Im (Avalokitesvara Bodhisattva) adalah Buddha yg menolak masuk serta menikmati Nirwana dan memilih tinggal di dunia untuk membantu karena masih mendengar tangisan penderitaan manusia.

Saat Beliau hendak memasuki Nirwana, Dia mendengar tangisan penderitaan dari dunia di bawah. Dengan meninggalkan tawaran kenikmatan abadi di Nirwana, Beliau kembali ke dunia dan menetap untuk membantu jiwa-jiwa menderita yang butuh pertolongan.

Ya, Dewi Kwan Im menolak untuk masuk kedalam nirwana (surga) walaupun sebelah kakinya sudah menginjak di dalamnya namun diurungkan-Nya, sebab Dia sudah berjanji kepada Sang Maha Kuasa untuk tidak meninggalkan dunia fana selama manusia di bumi maupun makhluk hidup lainnya masih menderita.

20 Ajaran Welas Asih Dewi Kwan Im:
* Jika orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki.
* Mulai hari ini belajarlah menyenangkan hati orang lain.
* Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan, itulah bahagia.
* Lari dan berlarilah untuk mengejar hari esok
* Setiap hari kamu sudah harus merasa puas dengan apa yang kamu miliki saat ini.
* Setiapkali ada orang memberimu satu kebaikan, kamu harus mengembalikannya sepuluh kali lipat.
* Nilailah kebaikan orang lain kepadamu, tetapi hapuskanlah jasa yang pernah kamu berikan pada orang lain.
* Dalam keadaan benar kamu difitnah, dipersalahkan dan dihukum, maka kamu akan mendapatkan pahala.
* Dalam keadaan salah kamu dipuji dan dibenarkan, itu merupakan hukuman.
* Orang yang benar kita bela tetapi yang salah kita beri nasehat.
* Jika perbuatan kamu benar, kamu difitnah dan dipersalahkan, tapi kamu menerimanya, maka akan datang kepadamu rezeki yang berlimpah-ruah.
* Jangan selalu melihat / mengecam kesalahan orang lain, tetapi selalu melihat diri sendiri itulah kebenaran.
* Orang yang baik diajak bergaul, tetapi yang jahat dikasihani.
* Kalau wajahmu senyum hatimu senang, pasti kamu akan aku terima.
* Dua orang saling mengakui kesalahan masing-masing, maka dua orang itu akan bersahabat sepanjang masa
* Saling salah menyalahkan, maka akan mengakibatkan putus hubungan.
* Kalau kamu rela dan tulus menolong orang yang dalam keadaan susah, maka jangan sampai diketahui bahwa kamu sebagai penolongnya.
* Jangan membicarakan sedikitpun kejelekan orang lain dibelakangnya, sebab kamu akan dinilai jelek oleh si pendengar.
* Kalau kamu mengetahui seseorang berbuat salah, maka tegurlah langsung dengan kata-kata yang lemah lembut hingga orang itu insaf.
* Doa dan sembah sujudmu akan aku terima, apabila kamu bisa sabar dan menuruti jalanku.

Kemukjizatan Dewi Kwan Im

Di antara para 神明 Sen Ming {Hok Kian: Sin Beng} / Dewata yang dipuja di kelenteng, 觀音佛祖 Kwan Im Hut Co oleh para penganutnya dianggap paling sering menampakkan kemukjizatan. Seorang yang dengan penuh ketulusan membaca mantera : 南無大悲觀世音菩薩 Nan Wu Da Bei Guan Shi Yin Pu Sa {Na Mo Ta Pei Kwan Se Im Pho Sat}, cepat atau lambat akan mendapat pertolongan dari Kwan Im, tergantung dari KETULUSAN dan KARMA orang tersebut pada saat mengucapkan.

Kemukjizatan Kwan Im Hut Co banyak disaksikan & diceritakan oleh para penganutnya. Seperti Bunda Maria (dalam agama Katolik), yang dilaporkan seringkali menampakkan diri atau melakukan mukjizat penyembuhan seperti di Lourdes, atau patungnya mencucurkan air mata. Kemukjizatan Kwan Im Hut Co yang ditulis di sini adalah yang tercatat dalam kitab suci maupun pengalaman atau kesaksian seseorang:

1. Yang termuat dalam Kitab 法圓竹林 Fa Yuan Zhu Lin, a.l. menceritakan tentang Sun Jing De {Sun Keng Tek}. Sun Jing De adalah seorang pegawai negri bagian sosial di kota Ding Zhou, negeri Wei. Sun Jing De telah membuat sebuah arca Dewi Kwan Im dan sangat tekun bersembahyang kepada Sang Dewi. Suatu ketika ia dilibatkan dalam suatu peristiwa perampokan oleh salah seorang pelakunya. Tanpa pemeriksaan & penelitian lagi Sun Jing De lalu dijatuhi hukuman mati. Malam menjelang pelaksanaan hukuman mati, ia bermimpi bertemu seorang pendeta yang mengajarinya untuk membaca doa yang kemudian terkenal dengan nama高王觀世音經 Gao Wang Guan Shi Yin Jing {Ko Ong Kwan Si Im Keng} sebanyak 1.000 kali agar dapat lolos dari kematian. Paginya, pada saat digiring ke tempat pelaksanaan hukuman mati, Sun Jing De masih terus membaca doa itu dengan PENUH KETULUSAN. Tepat pada saat pelaksanaan hukuman mati akan dilaksanakan, Sun Jing De berhasil mencapai jumlah doa ke-1.000. Pada saat golok algojo menebas batang lehernya, terjadilah kemukjizatan: golok tersebut patah menjadi 2 bagian ! Sampai 3X algojo mengganti goloknya, tetap saja Sun Jing De tidak terluka sedikitpun !!! Semua orang yang hadir di situ terkejut luar biasa. Ketika diteliti pada leher, arca Kwan Im buatan Sun Jing De, ternyata terdapat 3 garis seperti bekas goresan benda tajam. Menerima laporan ini, Perdana Menteri Gao Huan lalu memerintahkan agar Sun Jing De dibebaskan dari semua perkara, dan menganjurkan agar doa penolong dari Kwan Im ini ditulis & disebarluaskan. Sejak saat itu Ko Ong Kwan Si Im Keng terkenal sampai sekarang.

2. Sun Dao De, seorang yang gemar berdoa & hidup di zaman dinasti Jin. Pada usia 50 tahun belum dikaruniai seorang anak. Seorang Bikkhu yang tinggal dalam kelenteng dekat rumahnya menganjurkan agar membaca Guan Yin Jing {Kwan Im Keng}. Sejak itu, tak lama kemudian istrinya hamil & kemudian melahirkan seorang anak laki-laki.

3. Pada Maret 1923 seorang perwira Angkatan Darat Zhang Jiang Jun, berangkat bersama keluarganya dari Shang Hai ke Nan Jing dengan pesawat terbang. Setelah mengudara beberapa saat, tiba-tiba pesawat itu mengalami gangguan mesin & tidak dapat dikuasai. Zhang Jiang Jun yang biasanya sering membaca Doa Penolong Kwan Im, lalu mengajak semua orang yang ada di pesawat untuk berdoa bersama. Baru saja berdoa, dari jendela pesawat tampak Dewi Kwan Im muncul dengan tersenyum di antara awan. Pesawat yang hampir jatuh ke bumi itu mendadak dapat naik kembali dengan mesin hidup kembali. Sekretaris Zhang Jiang Jun sempat memotret wajah Kwan Im yang muncul di antara awan itu.

4. Pada tahun 1973 seorang perwira Angkatan Udara Amerika (USAF) yang sedang mengadakan penerbangan patroli di atas Selat Taiwan, melihat sekumpulan awan hitam yang berbentuk aneh. Iapun lalu memotretnya. Setelah dicuci, tampaklah foto Kwan Im sedang berdiri di atas seekor naga yang sedang terbang. Peristiwa ini amat menggemparkan & sempat dimuat oleh beberapa surat kabar terkemuka.

5. Pada Juni 1977 pratima Kwan Im besar di Port Stanley, Hongkong telah bergerak secara ajaib. Peristiwa didahului dengan memancarnya sinar dari batu permata yang ditempelkan pada dahi pratima tersebut, dan disaksikan oleh banyak umat yang pada waktu itu sedang hikmad berdoa. Berita ini sempat dikutip oleh Pikiran Rakyat, Bandung terbitan 7 Juni 1977, dari salah satu Harian di Hongkong.

6. Guan Ming, seorang penulis dari Malaysia, menceritakan pengalamannya yang dimuat dalam buku “Popular Deities of Chinese Buddhisme” terbitan tahun 1985. Pada awal tahun 1979 Guan Ming mengalami suatu peristiwa spiritual luar biasa yang telah mengubahnya menjadi umat Budhis yang taat. Berminggu-minggu ia berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan adik lelakinya yang mengidap kanker ganas. Doa itu didengar oleh Yang Maha Kuasa dan tanpa terduga Kwan Im Hut Co muncul di hadapannya. Kwan Im tak hanya akan menyembuhkan adiknya, tetapi juga mengatakan bahwa ia akan dikaruniai seorang putra pada tahun berikutnya. Adiknya yang divonis dokter hanya dapat bertahan hidup beberapa minggu lagi, ternyata sembuh total !!! Dan pada tahun 1980 ia dikaruniai seorang putra, tepat seperti yang telah diucapkan oleh Kwan Im. Sejak itu Guan Ming mendirikan perkumpulan doa Kwan Im yang berpusat di Malaysia, utnuk menyebarkan Agama Buddha dan memuja Kwan Im.

Membicarakan kemukjizatan Kwan Im mungkin memerlukan buku setebal Encyclopedia Britanica, karena tiap penganut memiliki cerita tersendiri tentang pengalamannya. Untuk mempercayai hal-hal demikian bagi orang awam memang tidak mudah. Tapi apabila kita berkeyakinan bahwa semua agama adalah berasal dari 1 SUMBER, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, dan diturunkan melalui Nabi yang berbeda, di tempat yang berbeda adat istiadatnya, dan pada zaman yang berbeda pula {Orang, Tempat & Waktu}, kita tak usah heran dengan kemukjizatan seperti itu. Sebab hal itupun terjadi pula pada penganut agama lain, dengan catatan mereka telah mengamalkan ajarannya secara BENAR & TULUS.

Sebab beragama itu sebenarnya adalah pengalaman pribadi dan tidak dapat dipaksakan kepada orang lain yang tentunya punya pengalaman yang berbeda dengan kita. Jadi yang benar adalah kita mengamalkan ajaran agama masing-masing yang sesuai dengan diri kita, tanpa harus menjelekkan agama orang lain & menganggap agama sendiri adalah yang paling benar. Dengan demikian kita akan dapat hidup damai, tenggang rasa & saling menghargai dengan agama lain.


Wednesday, 12 October 2011

I Wanna Be. . .

Harapan.. Tiap orang punya banyak harapan dalam diri dan pikiran mereka. Akupun juga begitu. I wanna be a doctor. Yes, a great doctor. Tapi disinilah aku sekarang, English Department. Terlampau jauh dari harapanku, dokter.

Rasanya sih biasa waktu diumumin ga keterima di FK salah satu universitas swasta; yah, ini masih permulaan kok. Pasti nanti bakal ada yang terima. Waktu pun terus berjalan. Saatnya SNMPTN undangan, and once again I'm failed, but it's okay lah masih ada ujian tulisnya. Begitu besar harapan untuk bisa diterima di ujian tulis, tapi lagi-lagi ternyata gagal. Bener-bener syok dah pas itu. Lebih syok lagi tiap kali liat semua temen-temen seperjuangan yang sama-sama pengen masuk di FK mulai pada dapat tempat kuliahnya masing-masing. Entah di negeri ataupun swasta.

Selamat yah teman, tapi dilain sisi aku berasa kecil hati. Tau lah gimana rasanya ternyata hanya kamu sendiri yang gagal dan tertinggal. Sedih iya. Marah iya. Syok iya. Semua campur aduk jadi satu. Sempat kepikir ga kuliah dulu taun ini, tapi keluarga malu kalo aku ga kuliah. Akhirnya disinilah aku. Fakultas bahasa ortu yang milihin, universitas aku yang pilih sendiri. Biarpun tempat ini pilihanku, tapi aku tetep ga bisa terima semua ini, masih tetap ga bisa buka hati sepenuhnya untuk disini. Dokter tetep masih jadi harapanku, impianku. Disisi lain aku emang ga bisa maksa mama buat masukin ke FK swasta taun ini yang jelas2 uang cuman ada buat bayar setaun doang. "tunggu sampai uangnya keluar yah" itulah yang kutunggu sampai sekarang ini. Entah kapan baru bisa mulai kuliah kedokteran.

"Apapun itu, rencanaMu pasti indah pada waktunya"
yah, aku percaya itu kok Tuhan. Tapi bisakah Kamu kasi tau sedikittt aja appa sih rencanaMu buatku? Kenapa aku harus merasakan seperti ini dulu. Bisakah harapanku ini terwujud? Dulu waktu ditanya mau ambil specialis apa, aku jawab SpKK, guru fisika bercanda jawabnya SPOK. Kek nya beneran jadi spesialis SPOK (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) dah, buktinya malah masuk di FBS -_-"

Kuatkan aku ya Tuhan, tolong kabulkanlah harapanku ini, kutunggu pembuktian janjiMu yang mereka bilang indah itu~

I am (not) burning girl

Hey, do you know Tina? She burnt her biology laboratory in her senior high school!
Yeah, itu yang aku denger tiap hari kalo dia ketemu sama temen2 laen yang mungkin belom tau soal aku, tapi cara ngenalinnya itu loh, buset dah.. Kesannya kek anaknya Limbad aja diriku -_-"
 Siapakah dia? Dia Kevin temen se Fakultasku, yah Fakultas Bahasa Sastra udah 2 bulan aku disini hikss..
Dan soal yang bakar membakar itu.. ehmmm.. jangan percaya deh -_-" aku ga bakal lab biologi SMA ku dulu kok! Aku cuman bakar mejanya doang kok! Dicatat yah, cuman mejanya doang ga pake semua labnya! suerrrrrr >_<

Dan kenapa dia bisa tau cerita itu padahal kita ga satu sekolah, ga satu bapak, ga satu rumah, ga satu WC juga adalah karena.. jrengg..jrenggg..jrengggg.... 

Waktu itu adalah hari Jumat jam12 siang. Aku ada kelas interpersonal speaking tuh ampe jam 1. Tanpa ngerasa bakal ada tugas tugas aneh aku jalan santai ke kampus. Pas kelasnya dimuali, dosennya ngasi tugas kalo hari itu semua bakal satu-satu maju kedepan nyeritain pengalaman ekstrim apa yang pernah dialamin. Ga berasa dimulailah waktu mulai disuruh maju.Semua pada ceritain yang serem serem gitu deh. Aku yah pengen cerita serem tapi ga penah punya pengalaman serem -_-" akhirnya keingetlah cerita waktu masih SMA..

Hari itu hari Jumat juga, soalnya emang jadwal praktikum biologi hari Jumat. Anak IPA gitu loh.. Cieeee.. Waktu itu praktikumnya uji urine. Nah, tiap praktikum tuh kan males gitu, ga suka kegiatan praktikum gitulah. Jadi,yang kerja temenku gitu. Kebetulan dari kelas 1 SMA tiap praktikum kan dibagi kelompok, tiap kelompok 4 orang. Aku pasti bareng sama 2 cowo si Budi n Gunawan. Singkat cerita, mereka lagi nyari2 beker glas gitu deh kayaknya. Aku kan tinggal dimeja manasin urine. Pas kugoyang goyang tabung reaksi yang isinya urine itu, nyenggol deh ke botol spiritusnya, dan akhirnya jatoh lah tuh botol diatas meja isinya keluar semua, dan saat itulah meja praktikum ku kebakar. yah, ga sampe hangus kek kalo kita nonton rumah2 yang kebakar gitu kok. Cuman atasnya doang yang rada bopeng gitu -_-"

Jadi begitulah, aku ga ngebakar lab bio kan >_< cuman bakar meja nya doang biar warnanya coklatan dikit kok -_-"

And until now, Kevin always tell my story to other people -_-" berasa artis deh gue~
But, I don't like when he said "ohh.. don't burnt me.. don't burn me Tina" -_-"
Yes, I'll burn you someday Kevin, and I'll give your body to Sumanto! -_-" kik..kik..kik..

Just kidding Kevin :)

Yah, begitulah awalnya kenapa anak2 eleveners pada tau soal aku bakar lab meja ! Malunya diriku hikss @_@