Monday, 11 March 2013

It's 20!


Maybe this is the most awful birthday that I ever had, but I still surrounded by awesome people! J

Hari ini, 11 Maret 2013, sekali lagi aku mengulang tahun dan kali ini aku telah memasuki kelompok kepala 2! Yes, I’m a 20-year-old girl now! Banyak hal yang telah terjadi sejak ulang tahun ku yang ke-19, tapi, ini adalah hari ulang tahun terburuk yang pernah aku temui.
Dimulai dari masalah keluarga yang tak kunjung selesai sampai uang yang semakin menipis. Hari ulang tahun kali ini tak ada yang terasa berbeda, ada sesuatu yang hilang di hati, yang entah kemana harus kucari. Saat menutup pintu pagar rumah dan akan berangkat ke Dr.Cipto untuk mencari angkot ke Banyumanik, rasanya masih ada secuil harapan, akan ada banyak orang yang selama ini selalu mencari masalah di hidupku akan keluar tiba-tiba dari dalam dan mengatakan “Surprise!!! Selamat ulang tahun, maaf yah bercanda kami udah keterlaluan. Ini kunci rumahmu, sekarang ini milik kamu seutuhnya!”. Tapi, itu hanyalah mimpi.

Sampai di kos, ada Cik Adel, cicik kos, yang biasa ketika aku sampai masih bermain komputer di kamar sudah mandi dan duduk manis di depan televisi. Aku pun ikut duduk, diam, tak tahu harus berbuat apa. “Ulang tahun kok muram, ulang tahun itu yang bahagia,” ujarnya. Aku yang mendengar hanya bisa tersenyum kecut. Bagaimana bisa bahagia, nasib saja sedang asyik mempermainkanku. Lalu Cik Adel berkata bahwa Ia ingin meminjam buku Resmeth-ku. Akupun berjalan ke kamar dan ketika kubuka pintu kamarku, SURPRISE! Kudapati kamarku telah dihias. Terdapat serangkaian kata “HAPPY BIRTHDAY MARTINA” yang berwarna warni dimulai dari warna merah yang teduh, ungu tua, sampai hijau limau. Tak ketinggalan, ditempel foto-foto ku bersama Cik Adel, Cik Helen, dan sendiri. Di tengah-tengah karpet, terdapat sebungkus kado yang tertulis: Buat Martina. Ketika kubuka, sekardus kecil speaker tampak. Aku memang menginginkan speaker sejak beberapa minggu yang lalu dan kini aku mendapatkannya sebagai kado ulang tahun. Aku suka! Terima kasih yah, Cik! J

Mungkin ini ulang tahun terburuk yang pernah aku lewati, tapi aku punya orang-orang hebat yang sayang padaku. Setiap kebahagiaan yang akan kita raih punya harga yang setimpal yang harus kita bayarkan. Aku nggak boleh menyerah sekarang. Selalu ada pelangi di akhir rintik hujan, dan aku yakin pasti aku akan mendapatkan kebahagiaan yang aku mau setelah berhasil melewati ujian ini. Terima kasih juga Mama, yang telah berani membuat keputusan untuk mengajakku 19 tahun yang lalu dan tak pernah lelah memberikan kasih kepadaku, terima kasih juga Devi atas fotonya, terima kasih Cik Adel dan Kak Berto, terima kasih semua yang telah begitu menyayangiku! J

Thursday, 19 April 2012

Life is Like Riding a Bicycle

Well, ini salah satu karanganku ketika kelas Guided Writing sih.. Aku bangga, waktu itu udah bisa nulis karangan ini dengan hati yang jujur. Sudah enggak nangis lagi kalo diajak ngomongin tentang masa lalu. Aku juga udah mulai enjoy dengan menerima semua keadaan yang uda Tuhan berikan padaku. Karena ketika kita sedang bersepeda menaiki jalanan menanjak, rasanya capek banget, tapi yakinlah bahwa kita sedang berproses menuju ke puncak! :)


====================================================================================================

Life is Like Riding a Bicycle

Last year was the most difficult year for me. I spent a lot of tears and had to bury my dreams that year. It’s like what people always say that there must be sadness behind happiness. I got both of them in 2011, a happiness which I would bring for the rest of my life and a sadness which made me frustrated for several months. However, I could accept all of my bad luck, rearrange my life, and start to reach my beautiful future now.
It happened last year in senior high school, but I couldn’t understand almost all lessons for National Examination. Actually, I was not a stupid person who was hard to receive the lessons given by my teachers. I couldn’t understand what my teachers explained to me because I prefered chatting with my friends. One lesson that I couldn’t stand was physics. It made me crazy because all of their formulas. I thought, I wasn’t ready to face National Examination that year.
Then, I knew what I wanted to be in the future when I was in my last year of senior high school. I wanted to become a doctor. Actually, I found that aspiration in a strange way. It began with me who didn’t know what major I would take after my graduation. Then, I met someone who told me that I would be a successful person if I became a doctor. For the first time, I thought I didn’t want to be a doctor. How come a person like me who didn’t bear to dissect a frog become a doctor? However, I decided that I wanted to be a doctor. It was just because I wanted to be a successful person.
Finally, the National Examination came. On the second day of National Examination, I got a fever. It was difficult to do the test whereas your body had high temperature. When I tried to think the answer, my temperature also got higher. Then, I would take a nap for a while to reduce my temperature. During the exam, my friends always prayed and hoped they could do the exam, so did I. However, my prayer to God was different from others. If they hoped to be able to do the exam, I hoped that my temperature wouldn’t go up.
Unbelievably, I got the first rank in my senior high school. For the first time when I heard news, I couldn’t believe what I had heard. It must be odd in your mind because in the first semester I still couldn’t understand almost all the materials. Right. I began to understand all of National Examination materials after I took a course. Soon after I decided to become a doctor, I began to be more serious in the class and took a course to reach my dream to become a doctor. I tried to study Physics from the basic and when the National Examination got closer, I became an expert in Physics at my class. What’s an awsome experience! “It was just only you that could answer all of the questions and all of your friends wanted you to teach them.” The teacher said.
After I passed National Examination, I took SNMPTN, but I failed. That time, I felt frustated and didn’t believe that I could not enter faculty of medicine. Eventually, my mom sent me to English Department. For several months, I always cried all nights in my boarding house. I regreted myself why I could not enter that faculty. When I saw my friend’s photos which showed her hapiness when she studied in faculty of medicine, I felt like my heart broke into pieces and all I could do just to cry all the nights and regreted myself as usual.
All of my point of views changed when I looked at others’ misery. One day, I came to my aunt’s friend with my mom to give medicine to her husband. She cried a lot when she told us about her husband’s condition. By this time, I knew that what I felt wasn’t comparable with what she felt. She didn’t have to cry in front of her husband and feel worried about her husband condition. She also should be ready if God took her husband anytime. I felt all of my misery was too small compared with hers.
Life is like when we were riding a bicycle. When we were riding on the uphill road, it means that we would reach the top. It is like our life. If our life is so hard, it means that we will reach our happiness as soon as we successfully go through all the problems. Finally, I realized that if I always regret my failure, I won’t be a successful person. Like what my friend said that no one could change the past, but you could ruin the future by crying the past and worrying the future. Now, I am ready to face my bright future with my big smile and no more tears.

Saturday, 28 January 2012

Ketika Pria Dijajah Wanita

Jaman sekarang, jamannya cewek godain cowok
Hai, what's up emen-emen? Selamat bermalam minggu Sabtu ria :D


Well, hari ini gue pengen bahas tentang cewek dan cowok dimasa kini. Uhh, gue jadi berasa tua banget ngomongin hal beginian. Tapi, gue yang juga merupakan bagian dari cewek masa kini yang berarti gue masih muda donggg pengen ngebahas soal ini. So, check it out!

Tau kata-kata ini: Wanita sejak dahulu dijajah pria. Sejak dahulu wanita dijajah pria. Pria sejak dahulu menjajah wanita. Oke, ketiga kata itu punya arti sama cuman gue bolak balik aja biar keliatan keren. Dari cewek yang dulu dijajah mulu, buat kalah-kalahan mulu sama cowok, ga boleh dapet pendidikan setara sama cowok, munculah R.A Kartini.

Oh, ini bukan istri tukang langganan mama gue, tapi ini Kartini yang asli, sang pejuang emansipasi wanita.


Apaan sih emansipasi itu Na?
Oke, bagi yang cuman pernah denger-denger aja en belon pernah dikasi tau apa itu emansipasi, emansipasi adalah: istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.



Trus, hubungannya sama cewek cowok masa kini 'paan?
Begini, berasa gak sih kalo sebenernya kata-kata yang bilangnya wanita sejak dulu dijajah pria udah kebalik, udah ga berlaku di jaman sekarang ini. Pasti yang cewek-cewek pada mau protes masa mereka dituduh penjajah pria, eh eniwei gue juga cewek loh nih hihihi tapi emang begitulah kenyataannya yang ada sekarang. Mungkin lo semua pada ga percaya, tapi kalo lo pada perhatiin sedikittt aja, lo bakalan nemuin bahwa sekarang emansipasi cowok yang mulai dikebiri secara perlahan.



Ah, ga percaya! Coba kasi contoh!!

Mau contoh, kasi dahhhh.. Banyak kok contoh simpel dikehidupan kita sehari-hari.



Contoh 1: Ada sepasang cowok lagi jalan bareng. Tuh dua makhluk jalan sambil berangkulan atau berpegangan tangan. Saat lo ngeliat pemandangan seperti itu, apa yang muncul dibenak lo pertama kali?


Gue yakin pasti lo berpikir kalo jangan-jangan tuh cowok-cowok hombreng gara-gara cuman ngeliat mereka jalan bareng sambil pegangan tangan. Coba kalo itu cewek yang jalan bareng sambil pegangan tangan, minim sekali muncul anggapan bahwa tuh cewek-cewek les**, paling lo pada mikir " ah, mereka berdua pasti sahabat karib." Am I right?


Contoh 2: Suasana siang ini lagi panas-panasnya. Lo ngeliat ada cowok yang jalan sambil pake payung. Apa yang dibenak lo?


Gue yakin pasti pada mikirnya nih cowok anjrit kemayu banget. Masa siang-siang ga ujan payungan. Jangan-jangan emang kewanita-wanitaan nih cowo.
Coba kalo yang lo liat pas panas-panas itu seorang cewek, pasti dalam hati lo cuman ngomong "ah, wajar cewek panas-panas payungan, biar ga item."


Hey, cowok juga berhak dong pengen lindungin diri dari sinar matahari, pengen putih. Apalagi sekarang kebanyakan cewe pada maunya cowok yang kek seleb korea, makanya mereka juga berusaha biar bisa tampil seperti apa yang diidolakan oleh cewek-cewek. Kalo mereka butek, kan cewek-cewek juga yang susah.. susah cari bahan buat cuci mata Huahahaua.. Btw, gue belain cowok terus daritadi. Sebenernya gue cewek apa cowok sih? #NahLoh #BingungSendiri


Yah intinya sekarang tuh kayaknya bukan lagi jamannya cowok yang berkuasa deh, tapi cewek yang berkuasa. Kalo dulu mungkin cowok yang selalu menjudge cewek seenak udelnya, sekarang gantian jamannya ceweknya. Kalo dipikir seperti perkataan roda itu selalu berputar yah. Mungkin sekarang cewek yang lagi diatas. Huehehehehe..


Btw, kemarin pas mau balik ke kos dari kampus, ada dua cowok jalan disebelah gue trus ngobrol gini.
A: Eh, lu tau ga di kos gue banyak tuh yang kek gitu.. (sambil tangannya nunjuk ke 1 arah)
B:Apaan?
A: Ituuu.. Anak P*nk. Sumpeh, banyak banget! Pas pertama kali gue tau, uh hati gue kek kemropok (kek geregetan kali yah?) gitu deh.
Gue yang denger tuh percakapan langsung ngacir menjauh sambil ketawa. Rasanya sedikit aneh kalo denger kata "hatiku kemropok" diucapin sama cowok Muahuhahahaha.. Tuh kan, menghakimi tanpa alesan pasti lagi. Hohohoho


Yah pokoknya begenong deh. Berbahagialah menjadi cewek. Ada banyak kegiatan yang bisa kita lakuin, termasuk kegiatan dari cowok-cowok; sedangkan cowok belon tentu bisa ngelakuin sebaliknya. Cewek bisa pake celana panjang, tapi apakah cowok akan ikutan kita memakai rok? Cewek bisa maen futsal, tapi akankah cowok mengikuti kita maen barbie-barbiean? :P

Saturday, 21 January 2012

Imlek is Coming

Depeleh..Depelehh..cara ngasi saya angpao
Well, ga berasa sekarang udah mau Imlek yah. Waktu pertama tulis ini jurnal masih bulan  Oktober-an mungkin yah huehehehe.
Mungkin benar kalo ada suatu ucapan bahwa semua masalah yang datang,hanya waktu yang akan menjawabnya. Dan aku rasa sekarang udah mendapatkan jawaban secara utuh atas sesuatu yang kusebut "masalah" :)


Dimulai dengan menulisnya di blog ini tentang perasaanku yang ehmm galau abis gara-gara ga berhasil jadi mahasiswa kedokteran, mana aku pas SMA ga pernah poto-poto pake jas lab jadi ga punya foto keren kek dokter-dokter #KumatNarsis.

Selain itu, aku juga pengen cepet bulan tuh terus berganti, pengen cepetan Imlek ehhhh tau-tau besok udah malem Imlek. Ketika kamu enggak memperdulikan waktu, diam-diam waktu yang akan dengan cepat mengejarmu :)



Mengenai "masalah" itu, aku udah mengerti sekarang. Kenapa Dia ga ngasi aku jalan untuk masuk ke kedokteran. Ini berawal dari beberapa hari lalu, tepatnya hari Kamis. Malam itu, aku baru aja pulang dari salatiga dan ampe rumah..Voila, aku dan mama disambut sama omelannya Om. Dia marah-marah lagi tentang sesuatu dan bilang bakalan nutup usahanya dimana mama ku kerja bantuin dia di usaha itu. Dan hal itu terjadi lagi, mamaku kepikiran tentang itu.


Malam itu mama cuman diemmm aja. Raut wajahnya memikirkan masalah yang tak ada kunjung habisnya. Sesekali terlihat ada genangan air di pelupuk matanya, huff ini terjadi lagi. Kenapa sih Om selalu bilang mau nutup tempat usahanya? Dia santai ngomong seperti itu tapi ga mikirin perasaan mama yang bingung kalo usaha itu ditutup. Darimana dapet uang buat bayarin kuliahku?
Itulah satu hal yang membuatku sadar kenapa Dia ga ngasi aku jalan untuk menjadi calon dokter, mungkin kalo sekarang ini aku kuliah kedokteran, kemarin mama bisa stres berat mikirin gimana kuliahku. Aku ga mau sampai kehilangan mama :(


Yang bisa aku lakuin cuma ngehibur mama. Tenangin dirinya supaya enggak kepikiran lagi. Untung tante-tante juga suruh mama supaya jangan stres. Nanti kalo emang mau ditutup jual masakan aja, kan mama pinter masak. Mama pun akhirnya bisa tenang dan tersenyum kembali.


Wiw, ga berasa udah 7 tahunan setelah mama terkena stroke. Kalo diinget, dulu aku berani banget sama mama. Dulu aku ga peduliin mama, suka seenanknya sendiri, ga mau deket-deket sama mama. Aku ada sedikit rasa malu punya mama yang sakit gitu. Bisa dibilang juga aku benci. Yah, aku masih SMP pas itu, yang ada dipikiran adalah yang bikin seneng dan enggak buat aku, bukannya yang baik dan buruk buat aku. Kalo diajak mama jalan-jalan aja aku ga pernah mau sampai mama akhirnya malah ngajak tetangga buat temenin dia pergi.


Sekarang setelah sadar, aku ngeri banget kalo inget kelakuanku dulu ke mama. Setiap ada salah satu orang tua temenku yang meninggal, aku jadi keinget mama. Aku ga mau kehilangan mama. Cuma tinggal mama aja yang kupunya di dunia ini. Ketidakperdulianku pada mama dari kelas 1 sampe 2 SMP adalah kesalahan terbesarku. I love you,ma. Maaf atas semua kesalahanku dulu yah. Ga ada yang bisa kujanjikan buat mama, tapi aku akan berusaha untuk selalu menyenangkan hati mama mulai sekarang dan membuat mama lebih bahagia serta bangga kepadaku kelak. :)


Kiong hi all, hope this year brings more joy for us :)

Semoga tahun ini akan berjalan lebih baik dari tahun kemarin.. Hidup AYAM goreng!!!